27/03/2011 – 11:23 AM | No Comment

Rasa iri membawa manfaat bagi petani perempuan di Desa Wates, Kecamatan Simo, Boyolali. Mereka kini menjadi pengaman kedaulatan pangan desanya.

Semula, hanya ada kelompok tani laki-laki di desa penghasil beras merah varietas slegreng …

Read the full story »
Agraria

reforma agraria merupakan issue strategis terkait hak akses atas alat produksi. dan tanah merupakan piranti vital bagi petani demi kelangsungan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) dan peningkatan produktifitas pertanian

Daulat Pangan

kedaulatan pangan adalah hak seluruh rakyat, bangsa & negara untuk menentukan kebijakan petanian & pangannya sendiri, lepas dari jebakan neoliberalisme yang mendorong ketergantungan pada import agrikultural & korporatisasi pertanian

Perdagangan

perdagangan komoditas pertanian harus bersandar pada kebijakan perdagangan yang berkeadilan dan menguntungkan petani, bukannya memihak negara maju & pemilik modal sebagaimana dimaksudkan dalam Agreement on Agriculture (AoA) – WTO

Pertanian Alami

sistem produksi pertanian berbasis alami & menghindari penggunaan kimia sintetis, dgn tujuan memproduksi komoditas pertanian – terutama pangan – yang aman bagi kesehatan serta menjaga keseimbangan siklus alami lingkungan

Press Release

terkait perkembangan situasi yang mengemuka dalam konstelasi kekinian, menyangkut perbaikan masa depan petani di Indonesia, dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang melingkupinya , maka dengan ini kami menyatakan sikap…

Home » Agraria

Pembebasan lahan jalan tol Trans Jawa capai 37%

Submitted by admin on 21/02/2011 – 10:31 PMNo Comment

Senin, 21 Februari 2011 | 17:14
oleh Petrus Dabu

JAKARTA. Proses pembebasan lahan proyek pembangunan jal tol Trans Jawa hingga kini sudah mencapai 37% dari total panjang 653 kilometer (km). Direktur Bina Teknis Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Purnomo menerangkan, pembebasan lahan itu menjadi prioritas karena kepadatan yang tinggi.

Luas lahan yang dibebas itu diantaranya, ruas tol Pejagan-Pemalang. “Prioritasnya dari Pejagan-Brebes dulu,” katanya, Senin (21/2). Pembebasan lahannya sudah mencapai 70%.

Untuk pembebasan lahan Cikopo/Cikampek- Palimanan sudah mencapai 92%. Kemudian, Pejagan-Pemalang untuk sesi I sudah 73%, sesi II sudah 45% dan seksi III belum sama sekali.

Untuk Pemalang-Batang,pembebasan lahannya mencapai 3%. “Secara total kalau Batang- Pemalang masih 2%. Batang-Pemalang itu kan dua sesi, sesi dua masih belum sama sekali,”jelasnya.

Untuk Batang- Semarang, yang terdiri atas lima sesi, pembebasan lahan sesi I sudah mencapai 62 % sedangkan empat yang lainnya belum sama sekali.

Selanjutnya, Semarang-Solo, untuk sesi I yaitu dari Semarang -Ungaran, sudah mencapai 96 persen. Sedangkan sesi II Ungaran-Bawen sudah mencapai 72 %. Sedangkan untuk sesi Bawen-Sukoarjo kata dia masih negosiasi dengan Badan Pengelolah Jalan Tol (BPJT) mengenai kelayakan proyek.

Untuk ruas Solo-Mantingan/Ngawi, dia bilang secara keseluruhan proses pembebasan lahannya mencapai 34 %. Kemudian ruas Mantingan/Ngawi -Kertosono secara keseluruhan 27 %. “Tapi untuk sesi Ngawi sekarang sudah 65 %,”ujarnya.

Selanjtunya ruas, Kertosono-Mojokerto secara keseluruhan sudah mencapai 67 %. Dan terakhir ruas tol Surabaya-Mojokerto pembebasan lahannya mencapau 40 %.

Dari sejumlah ruas yang menjadi priorotas, dia bilang beberapa yang sudah mulai konstruksi atau pengerjaan fisik misalnya Semarang-Solo, Solo-Mantingan/Ngawi. Demikian juga ruas Surabaya-Mojokerto dan Kertosono-Mojokerto.

Secara keseluruhan kata dia, target penyelesaian pembangunan proyek trans Jawa ini tahun 2014. “Tahun 2014 pemerintah menargetkan, seluruh ruas tol tras Jawa ini terkoneksi satu sama lain,”ujarnya.

Ketua Asosiasi Jalan Tol Indonesia Fatchur Rachman mendesak DPR dan Pemerintah untuk segera menyelesaikan pembahasan RUU Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Pembangunan. Saat ini RUU tersebut masih baru mulai dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) di DPR.

Dengan adanya UU itu, Fatchur bilang ada kepastian bagi pemilik lahan dan juga untuk pembebasan lahan itu bisa dijadwalkan waktunya. “Tanpa UU itu, memang rada terlambat,”ujarnya kepada KONTAN.

http://nasional.kontan.co.id/v2/read/nasional/59503/Pembebasan-lahan-jalan-tol-Trans-Jawa-capai-37

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar .