27/03/2011 – 11:23 AM | No Comment

Rasa iri membawa manfaat bagi petani perempuan di Desa Wates, Kecamatan Simo, Boyolali. Mereka kini menjadi pengaman kedaulatan pangan desanya.

Semula, hanya ada kelompok tani laki-laki di desa penghasil beras merah varietas slegreng …

Read the full story »
Agraria

reforma agraria merupakan issue strategis terkait hak akses atas alat produksi. dan tanah merupakan piranti vital bagi petani demi kelangsungan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) dan peningkatan produktifitas pertanian

Daulat Pangan

kedaulatan pangan adalah hak seluruh rakyat, bangsa & negara untuk menentukan kebijakan petanian & pangannya sendiri, lepas dari jebakan neoliberalisme yang mendorong ketergantungan pada import agrikultural & korporatisasi pertanian

Perdagangan

perdagangan komoditas pertanian harus bersandar pada kebijakan perdagangan yang berkeadilan dan menguntungkan petani, bukannya memihak negara maju & pemilik modal sebagaimana dimaksudkan dalam Agreement on Agriculture (AoA) – WTO

Pertanian Alami

sistem produksi pertanian berbasis alami & menghindari penggunaan kimia sintetis, dgn tujuan memproduksi komoditas pertanian – terutama pangan – yang aman bagi kesehatan serta menjaga keseimbangan siklus alami lingkungan

Press Release

terkait perkembangan situasi yang mengemuka dalam konstelasi kekinian, menyangkut perbaikan masa depan petani di Indonesia, dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang melingkupinya , maka dengan ini kami menyatakan sikap…

Home » Nasional

Harga Beras Thailand Naik, RI Bakal Impor dari India dan Pakistan

Submitted by admin on 30/07/2011 – 7:11 PMNo Comment

Ade Irawan – detikFinance

Sabtu, 30/07/2011 12:02 WIB

Jakarta – Rencana Indonesia mengimpor beras dari Pakistan dan India bisa teralisasi dalam waktu dekat ini karena negara langganan impor beras Indonesia yaitu Thailand mulai menaikan harga berasnya. Thailand dikabarkan akan menaikkan harga berasnya sampai US$ 800 per ton.

Demikian disampaikan Direktur Utama Bulog, Sutarto Alimoeso dalam bincang dengan wartawan di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jumat malam (29/7/2011).

“Ini kan kita masih dalam penjajakan. Kan Thailand ini pemerintah barunya mau menaikkan harga jadi US$ 800 per ton, itu kan mahal sekali. Untuk mengimbangi itu kita harus punya pilihan lain, bisa dari Pakistan dan India,” ujarnya.

Saat ini Indonesia masih memiliki kerjasama impor beras dengan Thailand dan Vietnam. Untuk tahun ini Indonesia akan mengimpor lagi beras dari Vietnam sebanyak 500 ribu ton yang sudah akan masuk pada Agustus 2011.

Sutarto menjelaskan, impor dari Vietnam nanti akan masuk langsung ke pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia agar tidak lagi dilakukan pemindahan beras apabila dibutuhkan di daerah tertentu. Rencananya akan ada 20 pelabuhan besar, tapi pelabuhan di Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah tidak akan dimasuki oleh beras impor.

“Akan masuk ke 20 pelabuhan yang gede-gede, kalian cari saja tuh pelabuhan mana, mulai dari Lhoksemawe sampai Papua, hampir di seluruh provinsi supaya tidak pakai move lagi,” ujarnya.

Untuk masalah harga yang harus dibayarkan Indonesia kepada Thailand menyangkut impor beras ini, Sutarto enggan memberikan jawaban karena hal tersebut akan berperan dalam mempengaruhi harga beras di internasional.

Yang dapat Sutarto pastikan adalah harga beras impor tersebut lebih murah dibanding dengan harga beras lokal.

“Harus lebih murah daripada pembelian di dalam negeri, kalau lebih mahal ya saya beli di dalam negeri. Harus lebih murah dengan bea masuk ya karena sampai saat ini kita masih bayar bea masuk,” tuturnya.

Saat ini pengadaan beras bulog telah mencapai 1,3 juta ton yang diperkirakan akan cukup sampai 5 bulan ke depan. Sutarto menjelaskan, apabila ditambah importase beras dari Vietnam, cadangan beras dalam negeri dapat mencukupi sampai dengan bulan Februari 2012 atau 7 bulan dari sekarang.

“Kalau penyaluran Bulog normal, Itu bisa sampai 5 bulan ke depan. Kalau ditambah impor itu sudah cukup 7 bulan, jadi sampai bukan Februari itu kita dijamin aman,” imbuhnya. (ade/dnl)

(Sumber : http://finance.detik.com/read/2011/07/30/120239/1692808/4/harga-beras-thailand-naik-ri-bakal-impor-dari-india-dan-pakistan)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar .