27/03/2011 – 11:23 AM | No Comment

Rasa iri membawa manfaat bagi petani perempuan di Desa Wates, Kecamatan Simo, Boyolali. Mereka kini menjadi pengaman kedaulatan pangan desanya.

Semula, hanya ada kelompok tani laki-laki di desa penghasil beras merah varietas slegreng …

Read the full story »
Agraria

reforma agraria merupakan issue strategis terkait hak akses atas alat produksi. dan tanah merupakan piranti vital bagi petani demi kelangsungan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) dan peningkatan produktifitas pertanian

Daulat Pangan

kedaulatan pangan adalah hak seluruh rakyat, bangsa & negara untuk menentukan kebijakan petanian & pangannya sendiri, lepas dari jebakan neoliberalisme yang mendorong ketergantungan pada import agrikultural & korporatisasi pertanian

Perdagangan

perdagangan komoditas pertanian harus bersandar pada kebijakan perdagangan yang berkeadilan dan menguntungkan petani, bukannya memihak negara maju & pemilik modal sebagaimana dimaksudkan dalam Agreement on Agriculture (AoA) – WTO

Pertanian Alami

sistem produksi pertanian berbasis alami & menghindari penggunaan kimia sintetis, dgn tujuan memproduksi komoditas pertanian – terutama pangan – yang aman bagi kesehatan serta menjaga keseimbangan siklus alami lingkungan

Press Release

terkait perkembangan situasi yang mengemuka dalam konstelasi kekinian, menyangkut perbaikan masa depan petani di Indonesia, dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang melingkupinya , maka dengan ini kami menyatakan sikap…

Home » Nasional, Non-Kategori

Cegah Penimbunan Beras, Mentan Gandeng Polri

Submitted by admin on 04/08/2011 – 2:40 AMNo Comment

Pemerintah memperbolehkan dilakukan penimbunan beras selama penimbunan tersebut dalam rangka komitmen untuk menyediakan stok bagi pedagang.

Rabu, 03 Agustus 2011 | 16:09 WIB

Jakarta – Menteri Pertanian Suswono mengatakan, pihaknya telah menjalin koordinasi dan kerjasama dengan pihak kepolisian guna menelusuri dugaan adanya 10 titik  tempatpenimbunan beras yang dilakukan oleh pedagang nakal.

“Yang jelas bahwa adanya pengusaha-pengusaha besar yang punya stok dalam jumlah besar memang baru laporan. Baru satu yang saya lakukan sidak,” ujar Suswono kepada wartawan, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/8).

Menurutnya, pemerintah memperbolehkan dilakukan penimbunan beras selama penimbunan tersebut dalam rangka komitmen untuk menyediakan stok bagi pedagang. Namun, jika ada indikasi penimbunan yang dilakukan dapat memberatkan dan merugikan masyarakat, maka tindakan seperti itu mengarah pada tindakan pidana.

“Kewenangan ada pada pihak kepolisian. saya hanya menyampaikan kepada kepolisian. Berkoordinasi saja, yang jelas nantinya pihak kepolisian yang bisa menyelidiki,” katanya.

Seperti diberitakan, ketika melakukan sidak ke beberapa daerah Mentan Suswono menemukan adanya gudang berkapasitas 5000 ton beras yang terkunci rapat di wilayah Suradadi, Tegal, Jawa Tengah. Sidak tersebut dilakukan terkait adanya beberapa tempat khususnya di Pulau Jawa yang dicurigai sebagai tempat penimbunan beras.

Meski begitu, Suswono berharap bahwa penimbunan beras yang dilakukan sama sekali tidak ada indikasinya untuk mencari keuntungan, dimungkinkan untuk memenuhi stok yang memang segera didistribusikan.(wah)

(Sumber : http://skalanews.com/baca/news/2/47/95341/umum/cegah-penimbunan-beras–mentan-gandeng-polri.html)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar .