Apakah Beras Organik Lebih Enak ? Begini Kata Chef Indra Wahyudi

surabayaonline.co -Beras organik adalah beras yang dihasilkan dari proses Pertanian Organik, sedangkan Pertanian Organik adalah sistem budidaya yang mengandalkan hanya dari bahan-bahan alami.

Jadi beras organik ini, dihasilkan dari

  1. Bibit lokal non transgenik
  2. Dipupuk menggunakan pupuk organik seperti pupuk kompos, pupuk hayati atau lainnya
  3. Air dan udara juga dipastikan tanpa ada kontaminan (zat yang tidak dikehendaki / berbahaya)
  4. Untuk menghilangkan hama digunakan bahan alami pula seperti daun-daun atau buah yang difermentasi
  5. Untuk pasca panen tidak menggunakan poles, pengawet, pemutih, pengharum atau lainnya

Dengan cara diatas maka akan didapatkan beras dengan kontaminan jauh lebih sedikit, sehingga beras ini aman dan sehat untuk dikonsumsi. Secara ekosistem juga baik, karena unsur hara tanah tetap terjaga, serangga yang masih dibutuhkan untuk alam tidak ikut mati dan seterusnya.

Untuk masalah kesehatan beras full organik atau pro organik (diproses Semi Organik) tidak perlu diragukan lagi, namun bagaimana dengan cita rasa beras organik bila dibandingkan dengan beras non organik ? berikut ini penjelasan Chef Indra Wahyudi yang biasa dipanggil dengan cak Blangkon.

“Alhamdullilah mbak, saya sudah mencoba beberapa jenis beras full organik maupun pro organik, jadi saya bisa memberikan opini saya. Insyaallah  tidak hanya cita rasanya saja, tapi akan saya bahas mulai dari warna, texture, aroma dan rasanya” kata Chef Indra saat menemui Pengurus API (Aliansi Petani Indonesia) Jawa Timur. Minggu (5/4) di Surabaya

Naning dan Atik sebagai pengurus API Jawa Timur bertemu dengan  Chef Indra dalam rangka menggali opini beras organik dari sisi chef, disamping itu juga mengundang chef Indra untuk memberikan pelatihan bagi para petani dan peternak dalam rangka pasca panen sehingga bisa

Pertama adalah dari warna, menurut chef Indra Wahyudi ada beberapa (sebagian kecil) beras organik itu warnanya kusam, itu wajar karena beras organik tanpa poles atau pemutih, tapi bagi Chef Indra hal ini tidak menjadi masalah, dengan menambahkan air jeruk nipis setengah potong kedalam rice cooker, maka setelah matang nanti nasinya akan terlihat putih bersih dan tahan lama.

Kedua mitos beras organik texturenya lembek, menurut chef Indra beras organik dan beras non organik, keras lembeknya bergantung pada jumlah air, bila dinilai nasinya terlalu keras maka bisa ditambahkan air, untuk hasil yang maksimal chef Indra menyarankan menggunakan air isi ulang.

“Masing masing beras ada cirinya sendiri, ada yang suka air ada yang tidak suka air, harus dicoba dulu, diberikan 250 cc bagaimana hasilnya, kalo nasi dirasa keras bisa ditambahkan air lagi, misal 300 cc dan seterusnya, pakai air isi ulang ya” ujar chef yang biasa dipanggil cak Blangkon

Ketiga, mitos beras organik tidak ber aroma. Chef Indra Wahyudi mengatakan bahwa beras organik justru saat matang keluar aromanya, namun aromanya adalah aroma khas nasi matang bukan aroma pandan.

“Bila menginginkan aroma pandan, ya gampang, tambahkan ke rice cooker daun pandan satu lembar, nanti tercium aroma pandannya ” demikian kata chef Indra memberikan tipsnya

Nah terus rasanya Bagaimana …?

Menurut chef Indra wahyudi rasa antara beras organik dan non organik kurang lebih sama, apalagi bila nasi itu dimakan bersama masakan lain, peran bumbu menjadi penting karena akan mendominasi rasa masakan.

“Untuk rasa kurang lebih sama antara beras organik dan non organik, apalagi yang kita makan bukan nasi doang, ada sambal, ada kuah, ada pula nasi goreng, jadi bumbu masakanlah yang lebih dominan dirasakan” jelas chef Indra.

Lebih jauh chef Indra Wahyudi menyarankan, kalo berasnya organik, sayurnya juga organik, maka jangan lupa prosesnya dan alatnya juga harus sehat pula, dalam hal ini proses pembuatannya harus higienis dan alat yang dipakai hendaknya Stainless bukan aluminium.

“Dan terakhir pilih juga bumbu yang sehat ya” kata chef Indra menutup pertemuan.

(*adi)

SUMBER:
https://surabayaonline.co/2020/04/07/apakah-beras-organik-lebih-enak-begini-kata-chef-indra-wahyudi/