Aliansi Petani Indonesia

Dasawarsa Internasional Pertanian Keluarga 2015-2025

Aksi Global untuk Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Petani Kecil yang Berdaulat dan Bermartabat 

Sekitar tiga miliar penduduk dunia tinggal di pedesaan. Mereka adalah keluarga-keluarga yang melakukan kegiatan pertanian, disebut pertanian keluarga (Family Farming). Di dalam pertanian keluarga, suami dan/atau istri bersama anggota keluarga terlibat langsung dalam kegiatan usaha tani (termasuk beternak, menangkap/memelihara ikan, mengambil hasil hutan non kayu, menggembala ternak di padang rumput, dan lain-lain) yang menjadi sumber utama penghasilan keluarga. Setengah dari jumlah itu, sekitar 1,5 miliar perempuan dan laki-laki petani mengusahakan lahan kurang dari 2 hektar, sementara 410 juta orang mengumpulkan hasil hutan, 100-200 juta orang menggembala ternak, dan 100 juta orang berprofesi sebagai nelayan kecil, serta 370 juta lainnya adalah kelompok masyarakat adat yang sebagian besar bertani. Selain itu, masih ada 800 juta orang yang bercocok tanam di pekarangan rumah di perkotaan.

Itulah pertanian keluarga, basis produksi pangan yang berkelanjutan, yang bertujuan mencapai ketahanan dan kedaulatan pangan, mengelola dan menjaga kelestarian lingkungan dan memanfaatkan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, serta menjadi landasan bagi pelestarian warisan sosial-budaya bangsa-bangsa dan komunitas pedesaan di seluruh dunia. Tak heran, jika Pertanian Keluarga berkontribusi 70 persen pasokan pangan dunia.

Baca juga  Bulog Akan Diberi Dana Talangan

Pada Tahun Internasional Pertanian Keluarga 2014, telah banyak inisiatif yang dilakukan oleh negara-negara, pemerintah, dan organisasi-organisasi masyarakat di dunia yang menghasilkan capaian-capaian penting. Oleh karena itu, untuk lebih mendorong inisiatif peningkatan kesejahteraan petani kecil, baik perempuan maupun laki- laki yang berdaulat dan bermartabat, World Rural Forum (WRF) bersama organisasi-organisasi masyarakat di berbagai negara bersama beberapa pemerintah negara yang mendukung Pertanian Keluarga, mendesak pengakuan atas kontribusi global keluarga-keluarga petani kecil oleh PBB dengan menetapkan “Dasawarsa Internasional Pertanian Keluarga, 2015-2025”.

Sayangnya, keluarga-keluarga petani kecil itu sering terdampak oleh keadaan yang tidak mendukung mereka, termasuk kebijakan publik tentang Pertanian Keluarga di negara masing-masing. Seperti terbatasnya akses mereka ke lahan dan sumber daya agraria lainnya, akses ke pembiayaan/permodalan, teknologi tepat guna, serta akses pasar yang memungkinkan usaha pertanian keluarga menjadi kegiatan bernilai ekonomi yang bermartabat bagi keluarga-keluarga petani kecil.

Sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan bangsa-bangsa di dunia kepada keluarga-keluarga petani kecil di dunia atas peran penting mereka dalam menjaga pasokan pangan dunia, maka pada Desember 2011 Perserikatan Bangsa-bangsa menetapkan tahun 2014 sebagai Tahun Internasional Pertanian Keluarga (International Year of Family Farming/IYFF).

Baca juga  Gila, 145 Ribu Hektar Hutan Hilang Tiap Tahun

 

Salah satu aksi global untuk mendukung kemajuan Pertanian Keluarga adalah mendirikan komite nasional pertanian keluarga di berbagai negara.

Indonesia menjadi salah satu negara yang telah mendirikan Komite Nasional Pertanian Keluarga (KNPK) yaitu pada Juli 2014. Saat ini KNPK Indonesia beranggotakan 13 organisasi petani, nelayan, lembaga swadaya masyarakat, pemuda, dan konsumen, yaitu :
1. Aliansi Organis Indonesia (AOI)
2. Aliansi Petani Indonesia (API)
3. Aliansi Perempuan Petani Indonesia (APPI)
4. Bina Desa
5. Field
6. FPPI (Front Perjuangan Pemuda Indonesia)
7. FPSS (Federasi Petani Sulawesi Selatan)
8. IHCS (Indonesian Human Rights Committee for Social Justice)
9. IPPHTI (Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu)
10. Sains (Sayogyo Institute)
11. Slow Food Jabodetabek
12. SNI (Serikat Nelayan Indonesia)
13. SPPQT (Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah)

Saat ini KNPK Indonesia sedang melakukan berbagai kegiatan, di antaranya advokasi kebijakan publik mengenai Pertanian Keluarga, dialog kebijakan dengan multi pihak, penelitian, penyadaran masyarakat, dokumentasi, dan penyebarluasan informasi mengenai Pertanian Keluarga dalam berbagai bentuk.

Sekretariat Komite Nasional Pertanian Keluarga (KNPK)
Jalan Kelapa Merah No.2 RT 15/RW 12, Utan Kayu Selatan,Matraman Jakarta Timur 13120 Telp. 021-8567935 Email : familyfarmingid@gmail.com 

Tulis komentar

About Author: ApiCyber Desk

Recent Comments

  • Politik Beras dan Beras Politik – INSISTPress { […] Oleh Wahyu Arifin. Sumber: api.or.id/polit ik-beras-dan-be ras-politik – […] }
  • marketing kpr bri syariah jakarta { Thank you for the auspicious writeup. It in reality used to be a enjoyment account it. Look advanced to more brought agreeable from you! By ... } – Nov 28
  • cecil { sekolah lapangan kakao menjadi bagian dari pemberdayaan untuk meningkatkan pngtahuan petani dalam berbudidaya kakao. yang baik dan benar. Harga kakao baik akan ditentukan dengan kualitas ... } – Sep 07
  • Mitra Nasa { Info yang Bagus pak untuk pembuatan fermentasi pakan butuh bahan apa aja pak? Terima Kasih } – Nov 04
  • andi riyanto { Moratorium berpengaruh pada pemberian ijin perkebunan kelapa sawit Kami menyadari kebutuhan pengurusan perijinan perkebunan kelapa sawit pasca moratorium Salam Andi 081288463333,08 18198658 } – Apr 22
  • Eva Novarisma { Selamat malam, Kami adalah organisasi yang perduli tentang perempuan kota Tebingtinggi, dan sering disebut Forum Peduli Perempuan tebingtinggi, salah satu dampingan kami adalah para petani ... } – Feb 20
Mendorong akses pasar petani melalui Pemasaran kolektif!