Aliansi Petani Indonesia

Pangan Mahal, Pemerintah Hilangkan Bea Masuk

Hatta mengatakan, kebijakan tersebut dibuat sebagai perlindungan pangan nasional.

Rabu, 19 Januari 2011, 18:41 WIB
Hadi Suprapto, Syahid Latif

VIVAnews – Pemerinta tengah mengkaji membebaskan 30 pos bea masuk produk pangan sebagai upaya stabilisasi harga pangan yang terus melambung.

“Besok kami rapat pleno tim tarif,” kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai rapat koordinasi di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu, 19 Januari 2011.

Kendati belum dapat memastikan jadi tidaknya pembebasan bea masuk 30 produk pangan ini, Hatta mengatakan, kebijakan tersebut dibuat sebagai perlindungan pangan nasional. Namun pemerintah juga menjamin kebijakan ini tetap memperhatikan industri dalam negeri.

Hatta memastikan bahwa pembebasan bea masuk itu merupakan kebijakan jangka pendek. “Ini hanya untuk mengatasi kenaikan harga pangan,” katanya.

Baca juga  API Mendorong BUMD Pangan

Pemerintah sendiri kemungkinan baru bisa menjalankan kebijakan baru setelah tim tarif melakukan kajian.

Lebih lanjut, Hatta menjelaskan bahwa rapat koordinasi kali ini juga membahas draf Peraturan Presiden (Perpres) untuk mengantisipasi perubahan iklim yang estrim. Dalam Perpres itu terkandung ketentuan mengenai respons cepat pemerintah atau kementerian dalam mengantisipasi perubahan iklim yag berdampak pada bahan pangan. “Sehingga tidak ada keterlambatan respons,” katanya.

Draf aturan lain yang disiapkan pemerintah adalah Perpres mengenai pengadaan pupuk dan Perpres bantuan langsung benih unggul.

Terakhir, menteri bidang ekonomi sepakat untuk melakukan perpaduan seluruh program stabilisasi pangan dan perlindungan sosial. “Karenanya akan diadakan rapat antara Kementerian Koordinator Perekonomian dan Menko Kesejahteraan Rakyat sehingga program kita bisa dipadukan dengan program perlindungan sosial,” kata Hatta. VIVAnews

Baca juga  Petani Desak Pemerintah Terapkan HPP Multikualitas

Tulis komentar

About Author: ApiCyber Desk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Recent Comments

  • Politik Beras dan Beras Politik – INSISTPress { […] Oleh Wahyu Arifin. Sumber: api.or.id/polit ik-beras-dan-be ras-politik – […] }
  • marketing kpr bri syariah jakarta { Thank you for the auspicious writeup. It in reality used to be a enjoyment account it. Look advanced to more brought agreeable from you! By ... } – Nov 28
  • cecil { sekolah lapangan kakao menjadi bagian dari pemberdayaan untuk meningkatkan pngtahuan petani dalam berbudidaya kakao. yang baik dan benar. Harga kakao baik akan ditentukan dengan kualitas ... } – Sep 07
  • Mitra Nasa { Info yang Bagus pak untuk pembuatan fermentasi pakan butuh bahan apa aja pak? Terima Kasih } – Nov 04
  • andi riyanto { Moratorium berpengaruh pada pemberian ijin perkebunan kelapa sawit Kami menyadari kebutuhan pengurusan perijinan perkebunan kelapa sawit pasca moratorium Salam Andi 081288463333,08 18198658 } – Apr 22
  • Eva Novarisma { Selamat malam, Kami adalah organisasi yang perduli tentang perempuan kota Tebingtinggi, dan sering disebut Forum Peduli Perempuan tebingtinggi, salah satu dampingan kami adalah para petani ... } – Feb 20
Mendorong akses pasar petani melalui Pemasaran kolektif!
Translate »