Aliansi Petani Indonesia

Pangan Melonjak, Menteri Ekonomi Rapat Khusus

“Saya akan melakukan pertemuan sesama kementerian perekonomian, khusus membahas pangan.”

Selasa, 4 Januari 2011, 16:56 WIB
Antique, Syahid Latif

VIVAnews – Kenaikan harga komoditas pangan di Tanah Air semakin menyita perhatian pemerintah. Rencananya, seluruh menteri bidang Perekonomian bakal menggelar pertemuan khusus membahas masalah pangan terkait perubahan ekstrim iklim dunia.

“Saya akan melakukan pertemuan sesama kementerian bidang perekonomian, khusus membahas pangan,” kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Jalan Wahidin, Jakarta, Selasa 4 Januari 2010.

Menurut Hatta, sejumlah agenda yang bakal dibahas dalam pertemuan Kamis mendatang (6 Januari 2011), di antaranya perencanaan perluasan areal tanam, peningkatan produksi pangan, menjaga nilai tukar petani, dan fleksibilitas penyerapan beras Perum Bulog.

Baca juga  Waduk Jatigede Beroperasi 2014

Satu agenda penting lainnya adalah upaya preventif pemerintah dalam mengantisipasi perubahan iklim yang ekstrim dikaitkan dengan ketahanan pangan nasional.

Untuk saat ini, pemerintah sendiri belum berencana meningkatkan dana stabilisasi pangan yang dianggarkan sebesar Rp3 triliun. “Kami melihat, apakah perlu ditambah, tetapi diharapkan tidak terlalu tinggi,” ujar Hatta.

Terkait kenaikan harga sejumlah komoditas pangan selama beberapa hari terakhir, Hatta menuturkan, pemerintah akan terus menjaga pasokan bagi stok pangan nasional.

Pada komoditas gula, pemerintah berencana menambah lahan perkebunan tebu sebanyak 300 ribu hektare (Ha) dari usulan sebelumnya 350 ribu Ha. Untuk lahan ini, pemerintah menyiapkan lahan di Merauke yang sudah disiapkan sebanyak 500 ribu Ha.

Baca juga  Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2019

Untuk komoditas beras, pemerintah berharap cadangan beras pemerintah yang selama ini ditetapkan sebanyak 1,5 juta ton akan ditambah menjadi dua juta ton.

Pada bagian lain, Indonesia juga memiliki peluang menambah volume ekspor sayur dan buah-buahan pada tahun ini. Hal itu terjadi setelah ada penawaran pemerintah Singapura yang membuka peluang tambahan volume ekspor dua komoditas tersebut sebanyak 20 persen per tahun.

“Kami ingin meningkatkan pasokan sayur dan buah ke Singapura dan mereka sangat membuka dan targetnya (naik) 20 persen pertahun,” kata Hatta. (hs)

(Sumber:http://bisnis.vivanews.com/news/read/197486-harga-pangan-naik–menteri-ekonomi-kumpul)

Tulis komentar

About Author: ApiCyber Desk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Recent Comments

  • Politik Beras dan Beras Politik – INSISTPress { […] Oleh Wahyu Arifin. Sumber: api.or.id/polit ik-beras-dan-be ras-politik – […] }
  • marketing kpr bri syariah jakarta { Thank you for the auspicious writeup. It in reality used to be a enjoyment account it. Look advanced to more brought agreeable from you! By ... } – Nov 28
  • cecil { sekolah lapangan kakao menjadi bagian dari pemberdayaan untuk meningkatkan pngtahuan petani dalam berbudidaya kakao. yang baik dan benar. Harga kakao baik akan ditentukan dengan kualitas ... } – Sep 07
  • Mitra Nasa { Info yang Bagus pak untuk pembuatan fermentasi pakan butuh bahan apa aja pak? Terima Kasih } – Nov 04
  • andi riyanto { Moratorium berpengaruh pada pemberian ijin perkebunan kelapa sawit Kami menyadari kebutuhan pengurusan perijinan perkebunan kelapa sawit pasca moratorium Salam Andi 081288463333,08 18198658 } – Apr 22
  • Eva Novarisma { Selamat malam, Kami adalah organisasi yang perduli tentang perempuan kota Tebingtinggi, dan sering disebut Forum Peduli Perempuan tebingtinggi, salah satu dampingan kami adalah para petani ... } – Feb 20
Mendorong akses pasar petani melalui Pemasaran kolektif!