Sistem pertanian pangan dunia mengalami restruktirisasi dengan cepat. Sementara sampai batas tertentu perkembangan ini membuka peluang pasar untuk petani kecil, keadaan yang ada menunjukkan pula bahwa para petani masih bergantung pada tengkulak dan menyerap keuntungan yang sangat minim. Respon atas situasi tersebut mendorong dibangunnya sebuah upaya pola ekonomi yang lebih efisien, mampu menempatkan petani pada keadaan yang tidak cenderung merugi dan melulu berada pada posisi lemah. Dalam kaitan ini memotong rantai distribusi merupakan usaha yang layak didesakkan untuk memberi income lebih bagi petani kecil, misalnya dengan membangun koperasi dan menerapkan model pemasaran kolektif.

Sejalan dengan hal tersebut the Asian Farmersí Association for Sustainable Rural Development (AFA), bekerjasama dengan salah satu anggotanya di Philippina, the National Confederation of Small-scale Farmers and Fishersí Organization (PAKISAMA), menyelenggarakan workshop tingkat regional selama tiga hari dengan mengambil tema “Enhancing Farmersí Market Power” pada 9-11 Mei, 2013 di SuloRiviera Hotel, Matalino Road, Diliman, Quezon City, Philippines.

Kegiatan yang merupakan rangkaian Execom Meeting tersebut diikuti oleh seluruh anggota AFA seperti dari Indonesia (API), Korea (KAFF dan WAFF), Kamboja (FNN), Vietnam (VNFU), Banglades (KKM), Nepal (NLRF), Laos (belum anggota). Thailand (Sorkorpor), Taiwan (TWADA) dan Philipina (Pakisama). Hadir sebagai nara sumber dalam workshop tersebut† kalangan pengusaha, konsultan, pemerintah serta NGO. Terdapat tiga hal yang diharapkan mampu dicapai dalam workshop tersebut, yakni Pertama, menjadi tempat untuk sharing dan pembelajaran bersama untuk mencari model yang efektif bagi upaya menghubungkan petani kecil dengan pasar untuk memperkuat akses pasar bagi petani. Kedua, mendiskusikan pilihan-pilihan strategis dan rekomendasi berbagai lembaga baik di tingkat nasional, regional maupun internasional. Ketiga, Mengidentifikasi tindakan-tindakan umum dalam rangka mempromosikan model investasi pertanian yang lebih inklusif.

Workshop regional tersebut juga mengagendakan acara field visit ke sebuah koperasi dan pusat penjualan kopi di daerah pedesaan jauh di luar kota Manila. Seusai rangkaian workshop dan kunjungan lapang, acara kemudian dilanjutkan dengan Execom Meeting yang merupakan event regular AFA untuk mempertemukan seluruh anggota dan pengurusnya di tingkat regional (Asia). Salah satu agenda dalam kegiatan tersebut adalah laporan aktifitas dan keuangan organisasi serta perumusan berbagai strategi perjuangan petani, baik pada skala regional dan internasional.

Selain semakin memantapkan diri sebagai organisasi petani tingkat regional yang menjunjung tinggi nilai-nilai solidaritas dan sharing pengetahuan dan pengalaman antar anggotanya, AFA juga berupaya untuk muncul sebagai kekuatan konsolidator organisasi petani tingkat Asia yang diharapkan mampu memberi kontribusi penting bagi penguatan nilai tawar petani dalam memperjuangkan hak-hak sosial-ekonominya.† []Lodzi

[nggallery id=4]