Sabtu, 12 Februari 2011

Jakarta, Kompas – Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso memastikan Bulog tetap akan menggandeng pengusaha penggilingan mitra kerjanya untuk memenuhi target pengadaan 3,5 juta ton beras tahun ini. Bulog tidak akan mampu membeli beras sendiri.

”Bulog memiliki keterbatasan, baik dalam personel di lapangan maupun armada transportasinya. Karena itu, Bulog tidak akan mampu membeli gabah/beras sendiri langsung mendatangi para petani,” kata Sutarto, Jumat (11/2) di Jakarta.

Menurut dia, kerja sama dengan mitra Bulog tetap dilakukan karena selama ini sudah terjalin kemitraan yang lama. Mitra kerja Bulog tersebar dan mampu menjangkau gabah/beras petani di pusat-pusat produksi. Selain dengan pengusaha penggilingan, Bulog juga akan membeli gabah/beras melalui kerja sama kontrak dengan kelompok tani, organisasi petani, dan badan usaha milik negara bidang pertanian.

Secara umum, ada dua jalur pengadaan beras Bulog, yakni jalur pelayanan publik dan komersial. Jalur pelayanan publik bisa dilakukan dengan cara membeli gabah/beras dari mitra bisnis, atau dengan cara langsung membeli dari petani. Ini tentunya dalam skala yang memadai.

Dalam kesempatan terpisah, terkait prediksi Organisasi Pangan dan Pertanian PBB bahwa harga pangan dunia pada bulan-bulan mendatang masih tetap tinggi, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi menyatakan, yang bakal terjadi dengan harga pangan di dunia sekarang adalah penyesuaian harga pada tingkat keseimbangan harga baru.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Harry Heriawan Saleh mengingatkan, kontribusi transmigran dalam memasok pangan nasional tidak boleh diabaikan. Pada tahun 2008, kawasan transmigrasi menghasilkan 480.000 ton gabah kering giling. (MAS/HAM)

(http://cetak.kompas.com/read/2011/02/12/03034169/bulog.tetap.gandeng.mitra)