Selasa, 1 Desember 2009 – 15:21 wib
Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Nilai tukar petani (NTP) nasional pada Agustus 2009 tercatat sebesar 100,79 atau naik 0,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPR) tercatat sebesar 95,42, nilai tukar petani hortikultura (NTPH) 106,14, nilai tukar petani tanaman perkebunan rakyat (NTPR) 105,49, nilai tukar petani peternakan (NTPT) 105,67 dan untuk nilai tukar nelayan (NTT) 105,56.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, di kantornya, Jakarta, Selasa (1/12/2009).

Dari 32 propinsi tanpa DKI Jakarta pada Oktober 2009 NTP 19 propinsi naik, sedangkan 13 propinsi turun. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Propinsi Sulawesi Tenggara (1,05 persen), terutama disebabkan harga produsen coklat yang naik 4,76 persen.

Penurunan NTP terbesar di propinsi Sumatera Barat sebesar 1,12 persen terutama disebabkan harga produsen kelapa sawit yang turun 4,67 persen.

Pada Oktober 2009 terjadi inflasi di daerah pedesaan di Indonesia sebesar 0,40 persen. Inflasi pedesaan Oktober 2009 ini dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga subkelompok bahan makanan, makanan jadi, perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan, rekreasi dan olah raga masing-masing naik sebesar 0,51 persen, 0,41 persen, 0,51 persen, 0,27 persen, 0,17 persen, dan 0,34 persen. (ade)