Aliansi Petani Padi Organik Boyolali (APPOLI) berhasil melakukan ekspor padi organik. Ekspor perdana kelompok petani di daerah Boyolali, Jawa Tengah ke Belgia tersebut dilaksanakan pada awal bulan Mei dan segera disusul kemudian ke Jerman pada akhir Juli serta berlanjut ke beberapa negara lain.

Beras organik yang diekspor ke Belgia dan negara lainnya telah mendapat sertifikasi dari IMO Swiss untuk beberapa standar, yaitu Organik Eropa, Japan Agriculture Standards (JAS), Sertifikasi organik Amerika Serikat (USDA) dan Fair-trade mulai tahun 2012. APPOLI sendiri melakukan kerjasama dengan PT. Bloom Agro dalam memasarkan beras organiknya di pasar internasional.

Keberhasilan Appoli mengekspor beras organik tidak lepas dari kerja keras organisasi petani ini membangun Internal Control System (ICS) organik di kelompoknya. Saat ini Appoli memiliki tiga kelompok tani tersertifikasi internasional dan akan menambah tiga lagi untuk sertifikasi nasional (SNI). Appoli melakukan ICS sejak tahun 2010 dan saat ini sudah ada 18 kelompok tani yang menerapkan ICS. Karena keterbatasan dana, sertifikasi dilakukan bertahap.

Dalam penerapan ICS dan proses sertifikasi, Appoli mendapat bantuan teknis dari Lembaga Studi Kemasyarakatan dan Bina Bakat (LSKBB) sebagai pendukung di lapangan. Sementara pihak pemerintah daerah Kabupaten Boyolali juga berperan besar, karena semua kegiatan selalu berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Boyolali. Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Boyolali dan di tingkat provinsi banyak membantu dalam kegiatan sertifikasi.

Pelaksanaan ekspor perdana beras organik Appoli pada 10 Mei 2013 dihadiri Bupati Boyolali Seno Samudro, DPRD Boyolali, perwakilan kelompok tani, Perwakilan Regional VECO Indonesia dan PT. Bloom Agro.

Dalam sambutannya, Bupati Boyolali mengatakan supaya Appoli tetap menjaga mutu produksinya supaya terus bisa mengekspor beras organik. Ekspor ini, menurut bupati, menjadi kebanggan Kabupaten Boyolali. “Pemda Boyolali siap mendukung usaha petani untuk maju dalam pengembangan usaha tani dan siap mendukung sertifikasi beras organik di seluruh kabupaten Boyolali,” kata Bupati.

Sementara Perwakilan Regional VECO Indonesia menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Appoli adalah kerja keras petani. Appoli telah mengembangkan manajemen bisnis modern. Semua ini tidak terlepas dari kerja sama semua pihak, baik dari LSKBB yang mendukung pengembangan di lapangan dan pemerintah daerah yang selalu aktif membantu petani.

Emily Soetanto dari PT. Bloom Agro sangat mendukung organisasi petani seperti Appoli untuk maju dalam bisnis. Kerja sama antara APPOLI dan PT. Bloom Agro adalah kerja sama jangka panjang. PT. Bloom Agro menjanjikan akan mengirim 8 kontainer dari Appoli tahun ini dan tahun selanjutnya akan meningkat semakin banyak.

Tentu saja petani mendapat keuntungan dari proses ini. Di tingkat petani, mereka yang sudah tersertifikasi dan masuk dalam Approved Farmers’ List (AFL) berhak menjual beras organik ke Appoli. Hasil panen (GKP) mereka akan langsung ditimbang dan dibayar dengan harga jauh di atas harga pasar ketika masuk gudang Appoli. Selanjutnya Appoli akan melakukan prosesing sampai dengan pengemasan beras organik tersebut.

Petani merasa senang karena terlepas dari sistem ijon dan hasil panen langsung dibayar oleh Appoli. Sedangkan untuk Appoli proses ini menjadi penting sebagai usaha bisnis yang memberikan keuntungan lebih besar bagi anggotanya.

Source: http://www.veco-ngo.org