Shillong. Meghalaya Mission for Indigenous Knowledge telah menemukan tanaman padi tradisional berusia 6000 tahun di bukit Garo. Keanekaragaman biologi ini sekarang adalah simpanan terpenting dunia pada gen padi. Film Mira Nair – Still, the Children are Here mengatakannya secara khusus melalui suara Garos, mengikuti dua keluarga besar di desa Sandolpara, saat mereka tengah berjuang bertahan dan merubah nasib komunitas lokalnya. Para tetua berkata bahwa mereka bertambah miskin sekarang. “Walaupun kita mememetik butiran padi sama seperti nenek moyang kita dulu, kita tetap lebih miskin, ucap mereka.

Di Sandolpara, spesies padi berusia 6,000 tahun masih tumbuh. Para perempuan selaku yang mengurusi varietas padi ini. Mereka memilih varietas yang bagus untuk ditanam, mengerjakan prosesnya dan menyimpan hasil panennya. Para lelaku membantu bercocok tanam dan mengurusi lahan. “Jenis padi langka ini harus dilindungi dan tidak boleh tercemar jenis hibrida manapun atau tanaman modifikasi genetis,” tercantum di naskah dokumen Meghalaya Mission for Indigenous Knowledge.

Naskah isi dokumen juga mencantumkan bahwa pemerintah mesti menyediakan subsidi kepada petani untuk menanam varietas tradisional ini, supaya varietas padi ini bisa tersedia ke tangan konsumen dengan harga murah dan mampu bersaing dengan beras yang asing yang lebih dulu disubsidi.

Wakil rektor North-Eastern Hill University (NEHU) di bagian Shillong, Pramod Tandon menegaskan, “Tujuan utama kami adalah melestarikan dan menjalankan penelitian mengenai pengetahuan tradisional dan meningkatkan kondisi sosio-ekonomi masyarakat.” Ia menambahkan pemusatan gen yang rencananya berlokasi di kampus belum terealiasi atas pertimbangan pemerintah Persatuan, selaku penyandang dana universitas. Bank gen menyimpan deposit gen dari padi tradisional dan sitrus diantara tanaman langka.

Ia menyebutkan teratai air yang langka sekarang hanya dapat ditemukan di Meghalaya. Sebelumnya, beberapa spesies teratai air ditemukan di Siberia, Russia, akibat kondisi iklim bervariasi. “Kami telah mengambil tugas sulit perkembangbiakan mikro dari teratai air di kolam petani desa Smit,” ujarnya. Benih teratai air terlanjur jadi santapan penduduk lokal.

Beberapa tanaman langka antara lain adalah Dancing Girl, Holly Tree dan Mishmi Getta. Varietas Dancing Girl di bawah skema penguatan perempuan dari departemen bioteknologi (DBT). “Urbanisasi yang tak terencana, penambangan mining dan penggalian telah merusak keanekaragaman hayati dan ekologi daerah tersebut, diduga Tandon. Ia memperlihatkan bahwa Mishmi Getta telah diekspor secara ilegal ke Cina sebagai pengobatan dan bagaimana orang Itali pernah ikut serta dalam pembajakan tanaman ini, yang saripatinya dapat digunakan untuk menyembuhkan kanker payudara. Varietas Khasiana dari tanaman Picher telah ditanam di tanah yang kurang nitrogen. Sebanyak 13,000 varietas anggrek dunia, 560 diantaranya ditemukan di bagian timur laut India.

Perusahaan yang berbasis di Guwahati, North Eastern Development Finance Corporation Ltd, telah mendokumentasikan metode perkembangbiakannya dan kegunaan beberapa pewangi dan tanaman apotik hidup seperti Patchouli (Pogostemon cablin Benth), Citronella (Cymbopogon winterianus Jowitt), Lemongrass (Cymbopogon flexuosus Steud Wats), Vetiver (Vetiveria zizanioides Linn), Sugandhmantri (Homalo,ena aromatica Schott), Agar (Aquilaria agallocha Roxb), Sarpagandha (Rauvolfia serpentine Benth ex Kur), Pipali (Piper longum Linn), Amlakhi (Emblica officinalis Gaertn), Hilikha (Terminalia chebula Retz), Bhomora (terminalia belerica), Arjuna (Terminalia arjuna Wight dan Arn). Diantara beberapa tumbuhan yang berfungsi sebagai komoditi adalah Stevia rebaudiana Bertoni-Nemsi, Vanilla planifolia Andrews dan Brahmi atau Bacopa monnieri (L) Wetts.