Dalam sebuah organisasi, baik itu organisasi yang bersifat profit maupun non profit, kebutuhan akan informasi keuangan yang baik dan sistematis, akan membantu organisasi dalam membuat perencanaan. Pelaporan keuangan juga dapat menunjukkan kinerja dan tatakelola keuangan organisasi yang baik (good governance). Laporan keuangan dapat digunakan untuk mengambil keputusan oleh organisasi secara internal maupun digunakan olehpihak luar. Penyediaan informasi keuangan dimulai dari proses perencanaan anggaran, kebijakan keuangan, transaksi keuangan, pencatatan keuangan, pemeriksaan dokumen keuangan, pengelompokan transaksi keuangandan laporan keuangan.

Berangkat dari kebutuhan inilah, MTCP2 Indonesia menyelenggarakan pelatihan manajemen keuangan berbasis komputer. Pelatihan ini diikuti oleh organisasi tani nasional Aliansi Petani Indonesia (API), Serikat Petani Indonesia (SPI), Wahana Masyarakat Tani dan Nelayan Indonesia (WAMTI), serta lembaga swadaya masyarakat Indonesian Human Right For Social Justice (IHCS).

Pelatihan yang diselenggarakan di Hotel Sofyan Jakarta, 17-19 Desember 2015 ini diikuti oleh sekitar 20 peserta, dengan tujuan memberikan pemahaman kepada para pengurus organisasi petani dan LSM agar mampumenyediakan infomasi keuangan secara sistematis dan accountable sesuai dengan standar akuntansi keuangan organisasi nirlaba/laba.

“Pengetahuan di bidang manajemen keuangan dan akuntansi perlu dipahami dan dimiliki oleh pengurus sebuah organisasi,” ujar Muhammad Nuruddin, Sekretaris Jendral Aliansi Petani Indonesia (API) dalam pembukaan pelatihan.“Pelatihan manajemen keuangan akan membantu sebuah organisasi petani meningkatkan kinerja manajemen keuangan dan proses akuntansi, sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas organisasi”.

Lebih lanjut, Sekjen API berharap pelatihan ini dapat membantu meningkatkan sumberdaya manusia (pengurus anggota) dalam mengelola keuangan organisasi petani, mengingat pentingnya hal ini bagi organisasi petani dan organisasi usahanya. Adanya informasi keuangan yang baik dan sistematis akan membantu dalam proses pengambilan keputusan dan merumuskan rencana strategis organisasi. Hal senada diungkapkan oleh Muhammad Rifai, fasilitator pada pelatihan keuangan tersebut.

“Informasi keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban telah menjadi perhatian anggota organisasi dan masyarakat pada umumnya,” jelas Muhammad Rifai. “Manajemen keuangan dan kegunaan akuntansi semakindiperlukan oleh organiasi laba maupun nirlaba. Dengan akuntansi akan dihasilkan informasi keuangan yang sangat berguna bagi internal seperti pengurus organisasi dalam rangka membangun manajemen keuangan organisasi, ataupun bagi pihak luar seperti pemberi dana, pemerintah, auditor, dan masyarakat untuk mengetahui akuntabilitas organisasi”.

Pelatihan yang diselenggarakan selama tiga hari ini, diharapkan mampu meningkatkan kemampuan organisasi petani dalam manajemen keuangan dan akuntansi organisasi. Selain itu, organisasi petani diharapkan menjaditerlatih menerapkan sistem manajemen keuangan berbasis komputer.

“Hasil pelatihan menggunakan Quick Book ini sangat berguna dalam memudahkan pekerjaan saya sebagai pelaksana pembukuan di SPI,” ujar Ati Sulastri kepada Ferry Widodo pada saat diwawancarai. Menurut Bendahara Serikat Petani Indonesia yang mengikuti pelatihan Manajemen Keuangan Berbasis Komputer ini, materi yang disajikan dalam pelatihan mudah diikuti. “Saya tidak menemui kendala apapun dalam pelatihan. Materinya mudah kami praktikkan”.

Sementara itu, Eman Sulaeman dari Koperasi Hanjuang, Banten, mengaku jika pelatihan ini sangat berguna bagi koperasi yang dikelolanya. Koperasi Hanjuang mendapat akses pasar berupa pesanan madu dari PT Orindo Alam Ayu (Oriflame) dengan omzet koperasi per bulan mencapai Rp.225 juta.

“Kami sangat memerlukan sistem pencatatan keuangan yang baik,” ungkap Eman Sulaeman, yang juga Direktur Koperasi Hanjuang. “Waktu penyelenggaraan pelatihan ini pas, bertepatan dengan kali pertama kami mendapatkan uang muka pembelian madu. Terima kasih kepada Sekretariat Nasional API, semoga petani Indonesia jaya di buminya sendiri. Amin!”  (fw/ink.