Selasa, 9 November 2010 – 12:49 wib
TB Ardi Januar – Okezone

JAKARTA – Aksi kekerasan terhadap para petani masih terjadi. Kali ini, seorang petani di Jambi bernama Ahmad Adam (45), tewas ditembak yang diduga dilakukan aparat kepolisian saat menggelar unjuk rasa, Senin 8 November kemarin.

Berdasarkan keterangan aktivis tani, Kent Yusriansyah, peristiwa ini terjadi saat ribuan petani menggelar aksi blokir Sungai Pengabuan. Kala itu, mereka menuntut pengembalian lahan kepada PT Wira Karya Sakti (WKS).

“Tak lama berselang kapal dari WKS muncul dengan dikawal 10 anggota polisi dan delapan orang dari petugas keamanan pabrik. Mereka ngotot menembus barikade warga,” kata Yusriansyah dalam rilisnya kepada okezone, Selasa (9/11/2010).

Hal ini membuat warga marah dan bereaksi. Namun, reaksi warga tersebut mengundang letusan senapan dari aparat. Sedikitnya, petugas tersebut meletuskan empat kali tembakan ke udara. Hal ini tidak ditanggapi oleh warga.

“Tak lama kemudian, datang tiga buat speedboat yang mengangkut 30 personel Brimob dengan bersenjata laras panjang. Setelah itu bentrokan pun terjadi. Aparat mengarahkan tembakan kepada warga secara beruntun,” tandasnya.

Tak ayal, warga yang disekitar sungai dan perahu berhamburan lari. Akibat berondongan peluru ke arah warga, menyebabkan Ahmad Adam tertembak tepat dikening kepalanya.

“Korban beberapa detik kemudian langsung meninggal ditempat,” pungkasnya.
(teb)