Bertempat di Balai peternakan dan perikanan Ragunan Jakarta, RAPIM (Rapat Pimpinan) Dewan Tani V Aliansi Petani Indonesia berlangsung dengan cukup greget. acara yang dihadiri seluruh Region yang meliputi pulau Jawa, Sumatra dan Indonesia Timur tersebut bukan saja bertujuan untuk melakukan konsolidasi dan penataan serta penguatan organisasi API di tingkat nasional, namun juga diharapkan dapat mendorong pula penguatan organisasi petani di tingkat regional dan basis organisasi lokal.

Sebagaimana dikatakan oleh Nuruddin, Sekjend API, dengan menambahkan materi ‘kursus’ keorganisasian, API kedepan diharapkan mampu mentransformasikan suatu pola organisasi petani yang efektif dan dapat menjadi daya penggerak yang juga efisian demi melakukan pemberdayaan petani, baik dalam hal produksi maupun distribusi.

dan sejalan dengan penuturan Nuruddin di atas, rangkaian acara RAPIM yang berlangsung selama tiga hari berturut turut tersebut juga memasukkan workshop dan seminar dalam rangkaian acaranya. Maka selain mengajak para petani berdiskusi, para nara sumber, baik berasal dari jajaran pemerintahan seperti Deptan RI, LSM, DPR, pengusaha dan akademisi juga menyampaikan banyak informasi terkait kebijakan kebijakan menyangkut pertanian dan pasar.

Selain itu diselenggarakan pula workshop pengolahan arang kelapa sebagai salah satu bentuk transformasi teknologi tepat guna yang bisa menjadi salah satu pintu masuk bagi petani (terutama di daerah daerah yang memiliki banyak tanaman kelapa) untuk meningkatkan produktifitasnya serta mengakses informasi tentang manajemen dan pemasarannya.

pada malam terakhir RAPIM tersebut acara ditutup dengan penyerahan piagam penghormatan kepada tiga petani anggota API korban kekerasan negara, yakni Bpk Aminullah (petani Bohotokong-baru debebaskan dari penjara), Kaseni (Tulungagung-masih dipenjara), Bapak Anda (Sukabumi) sebagai bentuk dukungan moral API atas perjuangan mereka di basisnya masing masing. acara berlangsung cukup khidmad dengan dilantunkannya secara bersama sama lagu darah juang.(dzi)