Dana sebesar itu akan diperoleh melalui lelang umum yang diikuti pihak swasta.

Rabu, 9 Februari 2011, 06:15 WIB
Eko Priliawito, Dwifantya Aquina

VIVAnews – Butuh dana hingga miliaran dolar Amerika Serikat untuk membangun bendungan raksasa atau giant sea wall yang diyakini dapat mengantisipasi prediksi Jakarta tenggelam pada 2025.

Jumlah dana yang tidak sedikit itu akan diperoleh melalui mekanisme lelang umum kepada pihak swasta tanpa membebani Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Hal ini diungkapkan Senior Consultant Rotterdam Climate Proof, John Jacobs. Menurutnya, proyek pembangunan bendungan raksasa ini merupakan investasi besar yang akan ditawarkan kepada para stakeholder. “Bukan hanya sekedar untuk pengamanan saja, namun juga untuk membangun Jakarta ke depannya,” ungkapnya kepada VIVAnews.com.

Para ahli dari Rotterdam hanya memiliki waktu dua tahun untuk menentukan strategi mana yang cocok untuk diterapkan di Indonesia dengan memperhitungkan dana yang tidak sedikit itu. Karenanya, butuh waktu yang cukup lama untuk kemudian bisa membangun bendungan raksasa ini sesuai dengan apa yang dibutuhkan Jakarta.

“Rotterdam juga mengalami perubahan iklim dan land subsidence. Solusi ini sama yang kita lakukan, yakni membuat bendungan. Banyak kota di negara ini yang mengalami hal serupa maka dari itu diperlukan kerjasama dari berbagai pihak,” paparnya.

Dikatakannya, Rotterdam sudah membangun bendungan raksasa sejak 10 tahun lalu. Cara ini berhasil diterapkan sehingga air laut tak lagi masuk menggenangi daratan.

Saat ini tim ahli dari Rotterdan sedang mempelajari lingkungan di Jakarta, agar bendungan raksasa yang nantinya akan dibangun dapat bertahan dalam waktu lama.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, jumlah dana yang dikeluarkan nanti akan sebanding dengan investasi yang dapat diperoleh pihak-pihak swasta dalam jangka waktu panjang.

Proyek bendungan raksasa ini masih terus dibahas Pemprov DKI bersama stakeholder lainnya seperti Departemen Pekerjaan Umum dan Bappenas.

“Dari segi pemerintah, kami menyadari kalau ini memerlukan investasi yang sangat besar, dan keterbatasan pendana jelas kita ketahui kalau hanya bergantung pada pemerintah semata akan sangat berat,” paparnya.

Fauzi menjanjikan akan menyamakan visi dan menyesuaikan mindset dari semua stakeholder demi terwujudnya pembangunan yang akan bermanfaat bagi masyarakat banyak. (adi)
VIVAnews