Bandung, 20-21 Agustus 2014: EXPERT MEETING PERBERASAN Diselenggarakan di kampus Universitas Padjajaran oleh Center for Agrifood Policy and Agribusiness Studies (CAPAS) UNPAD Bandung, kali ini expert meeting perberasan yang mengambil tema “Tantangan Perberasan Nasional dalam Era Globalisasi: Keberlanjutan, Akses Pasar dan kesejahteraan petani “ dalam agenda ini dihadiri oleh Kepala Bulog Sutarto Alimuso, Ronnie S. Natawidjaja (CAPAS Unpad), Bram Kusbiantoro (balai besar penelitian tanaman padi), H. Hendarta (Aprindo), Iman Sugema(IPB), Ir. SW. Gaib Subroto (balai besar peramalan OPT), API, VECO, APPOLI, APOB, Perpadi, akademisi Unpad, mahasiswa. dan berbagai pihak yang memiliki konsen terhadap permasalahan pangan dan akses pasar pertanian.

Terdapat 3-termin dalam pertemuan yang digelar mulai pukul 8.30 sampai 17.00 tersebut, yakni, sesi pertama membahas, Keberlanjutan Perberasan. Dalam poin pada sesi ini: Upaya peningkatan produksi dan pemenuhan kebutuhan beras oleh pemerintah belum mengarus utamakan faktor keberlanjutan, Produktivitas masih dibawah Vietnam, dan tingkat konsumsi beras per kapita tertinggi di Asia, Peningkatan produksi dilakukan melalui: menahan laju konversi lahan, Perhitungan produksi dan kebutuhan tidak akurat, sulit membuat perencanaan produksi dan antisipasi kekurangan yang tepat, Pengembangan varietas spesifik lokal daerah (padi dalam) sudah dilakukan, tapi belum optimal (masih terbatas), Produksi beras untuk kebutuhan industri belum diperhatikan dan diperhitungkan dengan baik.

Berbeda sesi bukan berarti mengubah makna di sektor pertanian, pada sesi kedua ini tidak kalah menariknya membahas: Akses Pasar bagi Petani. Peluang pasar untuk beras di Ritel Modern terus meningkat, terutama untuk beras berkualitas khusus (aromatik, organik, dll) namun masih relatif kecil dibandingkan dengan bagian fresh (sayur dan buah-buahan), Akses pasar bagi petani sudah lebih baik, tapi belum dirasakan mensejahterakan, Permintaan untuk beras organik didalam negeri (beras sehat) terus meningkat, dari nilai ekonomi jauh lebih tinggi dari ekspor. Namun pemerintah masih menganggap pasar beras organik adalah niche market yang kurang penting, BULOG sebagian besar (90%) membeli beras berdasarkan penugasan pemerintah, Masih kecilnya perhatian pada usaha pembinaan penggilingan padi dalam rangka memperbaiki akses petani, mengurangi susut hasil dan peningkatan kualitas .

Dan termin terakhir membahas, Kesejahteraan Petani: Ukuran kesejahteraan petani bisa dilihat dari, Nilai Tukar Petani (NTP), Laba usaha dari perberasan, Upah buruh tani. Perhatian pemerintah pada masalah perberasan sangat besar, tapi perhatian pada tingkat kesejahteraan petani masih sangat kecil: Instrumen kebijakan tidak efektif menuju sasaran, Petani sering dijadikan alat/alasan, Usaha untuk meningkatkan kesejahteraan petani sebaiknya dilakukan melalui peningkatan kualitas SDM pertanian.

setelah ada sesi tanya jawab dan presentasi dari Aliansi Petani Indonesia sangat diharapkan setelah EXPERT MEETING PERBERASAN ini memiliki dampak yang kuat untuk saling bekerjasama mendongkrak kembali semangat untuk memberikan posisi tawar yang baik untuk petani kepada pemerintah agar akses pasar dan pengelolaan sumberdaya manusia untuk menopang perekonomian keluarga petani dan ketahanan pangan dalam negri.